RAMADHAN - Siapa yang terkena Qadha' Puasa, Apakah Qadha’ Ramadhan Boleh Ditunda, Bagaimana Mengakhirkan Qadha’ Ramadhan Hingga Ramadhan Berikutnya, Tidak Wajib untuk Berurutan Ketika Mengqadha’ Puasa, Barangsiapa Meninggal Dunia, Namun Masih Memiliki Utang Puasa, Bagaimana Pembayaran Fidyah dan Bagaimana Cara Penunaian Fidyah. Qadha’ Puasa dan Fidyah Bulan Ramadhan.
Siapakah yang Terkena
Tampilkan postingan dengan label TIPS PUASA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIPS PUASA. Tampilkan semua postingan
Selasa, 10 Maret 2020
Jangan Biarkan Puasamu Sia-Sia
RAMADHAN - Puasa bukanlah menahan lapar dan dahaga saja. Namun puasa hendaknya menahan diri dari hal-hal yang diharamkan dan sia-sia. Jika tidak demikian, puasa seseorang jadi tidak ada nilainya. Yang didapati bisa jadi hanya lapar dan dahaga saja. Jangan Biarkan Puasamu Sia-Sia.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ
“
Minggu, 01 Maret 2020
Sunnah-Sunnah Puasa
TIPS PUASA - Sunnah-sunnah dalam berpuasa di antaranya adalah Makan sahur dan mengakhirkannya, Menyegerakan berbuka puasa, Berdo’a ketika berbuka, Memberi makan pada orang yang berbuka, Lebih banyak berderma dan beribadah di bulan Ramadhan.
Sunnah-Sunnah Puasa
1. Makan sahur dan mengakhirkannya
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Makan
Sunnah-Sunnah Puasa
1. Makan sahur dan mengakhirkannya
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Makan
Yang Dibolehkan Ketika Puasa
TIPS PUASA - Ada beberapa Hal yang dibolehkan Ketika Puasa di antaranya adalah Mendapati waktu fajar dalam keadaan junub, Bersiwak ketika berpuasa, Berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung asal tidak berlebihan, Bercumbu dan mencium istri selama aman dari keluarnya mani, Bekam dan donor darah selama tidak membuat lemas, Mencicipi makanan selama tidak masuk dalam kerongkongan, Bekam dan
Beberapa Pembatal-Pembatal Puasa yang harus di Ketahui
RAMADHAN - Pembatal-Pembatal Puasa diantaranya adalah Makan dan minum dengan sengaja, Muntah dengan sengaja, Mendapati haidh dan nifas, Jima’ (bersetubuh) dengan sengaja, Keluar mani karena bercumbu. Untuk lebih jelas akan di jelaskan di bawah ini :
1. Makan dan minum dengan sengaja
Yang disebut makan dan minum sebagai pembatal puasa adalah yang sudah makruf disebut makan dan minum yang
1. Makan dan minum dengan sengaja
Yang disebut makan dan minum sebagai pembatal puasa adalah yang sudah makruf disebut makan dan minum yang
Ketahui Rukun Puasa Terlebih Dahulu
Rukun Puasa
Rukun atau fardhu puasa ada dua yaitu imsak (menahan diri) dari melakukan berbagai pembatal puasa dan berniat.
Tentang kewajiban imsak disebutkan dalam firman Allah Ta’ala,
“Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.” (QS. Al Baqarah: 187).
Yang dimaksud dari ayat adalah terangnya
Rukun atau fardhu puasa ada dua yaitu imsak (menahan diri) dari melakukan berbagai pembatal puasa dan berniat.
Tentang kewajiban imsak disebutkan dalam firman Allah Ta’ala,
“Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.” (QS. Al Baqarah: 187).
Yang dimaksud dari ayat adalah terangnya
Yang Mendapatkan Keringanan Tidak Berpuasa
RAMADHAN - Yang Mendapatkan Keringanan Tidak Berpuasa
1. Orang yang sakit
Allah Ta’ala berfirman,
“Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.” (QS. Al Baqarah: 185)
Orang sakit yang boleh tidak puasa adalah jika mendapatkan mudarat dengan puasanya.
2. Orang yang bersafar
1. Orang yang sakit
Allah Ta’ala berfirman,
“Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.” (QS. Al Baqarah: 185)
Orang sakit yang boleh tidak puasa adalah jika mendapatkan mudarat dengan puasanya.
2. Orang yang bersafar
Sabtu, 29 Februari 2020
Ketahui Apa Syarat Puasa
Syarat Puasa
Syarat Wajib Puasa
1. Sehat, tidak dalam keadaan sakit.
2. Menetap, tidak dalam keadaan bersafar.
Dalil kedua syarat ini adalah firman Allah Ta’ala,
“Dan barangsiapa yang dalam keadaan sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain” (QS. Al Baqarah: 185).
3. Suci dari haidh dan
Syarat Wajib Puasa
1. Sehat, tidak dalam keadaan sakit.
2. Menetap, tidak dalam keadaan bersafar.
Dalil kedua syarat ini adalah firman Allah Ta’ala,
“Dan barangsiapa yang dalam keadaan sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain” (QS. Al Baqarah: 185).
3. Suci dari haidh dan
Keputusan Berpuasa dan Berhari Raya di Tangan Pemerintah
Keputusan Berpuasa dan Berhari Raya di Tangan Pemerintah
Hal ini berdasarkan pemahaman dua hadits:
Pertama, hadits dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,
“Manusia sedang memperhatikan hilal. Lalu aku mengabarkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa aku telah melihat hilal. Kemudian beliau berpuasa dan memerintahkan kaum muslimin untuk berpuasa.”
Kedua, hadits dari
Hal ini berdasarkan pemahaman dua hadits:
Pertama, hadits dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,
“Manusia sedang memperhatikan hilal. Lalu aku mengabarkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa aku telah melihat hilal. Kemudian beliau berpuasa dan memerintahkan kaum muslimin untuk berpuasa.”
Kedua, hadits dari
Puasa dan Hari Raya Bersama Pemerintah
Puasa dan Hari Raya Bersama Pemerintah
Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan, “Hilal asalnya bermakna kata zuhur (artinya: nampak) dan rof’ush shout (meninggikan suara). [Artinya yang namanya hilal adalah sesuatu yang tersebar dan diketahui oleh orang banyak, -pen]. Jika hilal hanyalah nampak di langit saja dan tidak nampak
di muka bumi (artinya, diketahui orang banyak, -pen), maka semacam itu
Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan, “Hilal asalnya bermakna kata zuhur (artinya: nampak) dan rof’ush shout (meninggikan suara). [Artinya yang namanya hilal adalah sesuatu yang tersebar dan diketahui oleh orang banyak, -pen]. Jika hilal hanyalah nampak di langit saja dan tidak nampak
di muka bumi (artinya, diketahui orang banyak, -pen), maka semacam itu
Menentukan Awal Ramadhan
Menentukan Awal Ramadhan
Cara menentukan awal Ramadhan adalah dengan:
1. Melihat hilal ramadhan.
2. Menggenapkan bulan Sya’ban menjadi 30 hari.
Dasar dari hal ini adalah firman Allah Ta’ala,
”Karena itu, barangsiapa di antara kamu menyaksikan (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan tersebut.” (QS. Al Baqarah: 185)
Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, Nabi
Cara menentukan awal Ramadhan adalah dengan:
1. Melihat hilal ramadhan.
2. Menggenapkan bulan Sya’ban menjadi 30 hari.
Dasar dari hal ini adalah firman Allah Ta’ala,
”Karena itu, barangsiapa di antara kamu menyaksikan (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan tersebut.” (QS. Al Baqarah: 185)
Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, Nabi
Hukum Puasa Ramadhan
Hukum Puasa Ramadhan dan Peringatan bagi Orang yang Sengaja Membatalkan Puasa
Hukum Puasa Ramadhan
Puasa dalam bahasa Arab disebut dengan “shaum”. Shaum secara bahasa bermakna imsak (menahan diri) dari makan, minum, berbicara, nikah dan berjalan. Sedangkan secara istilah shaum bermakna menahan diri dari segala pembatal dengan tata cara yang khusus.
Puasa Ramadhan itu wajib bagi setiap muslim
Hukum Puasa Ramadhan
Puasa dalam bahasa Arab disebut dengan “shaum”. Shaum secara bahasa bermakna imsak (menahan diri) dari makan, minum, berbicara, nikah dan berjalan. Sedangkan secara istilah shaum bermakna menahan diri dari segala pembatal dengan tata cara yang khusus.
Puasa Ramadhan itu wajib bagi setiap muslim
Bau Mulut Orang yang Berpuasa di Sisi Allah
Panduan Ramadhan | Bekal Meraih Ramadhan Yang Penuh Berkah | Ramadhan Tahun Ini
Bau Mulut Orang yang Berpuasa di Sisi Allah
Ganjaran bagi orang yang berpuasa yang disebutkan pula dalam hadits yang artinya:
“Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak misk.”
Seperti kita tahu bersama bahwa bau mulut orang yang berpuasa apalagi di siang hari sungguh
Bau Mulut Orang yang Berpuasa di Sisi Allah
Ganjaran bagi orang yang berpuasa yang disebutkan pula dalam hadits yang artinya:
“Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak misk.”
Seperti kita tahu bersama bahwa bau mulut orang yang berpuasa apalagi di siang hari sungguh
Kamis, 27 Februari 2020
Sebab Pahala Puasa, Seseorang Memasuki Surga
Panduan Ramadhan | Bekal Meraih Ramadhan Yang Penuh Berkah | Ramadhan Tahun Ini | Sebab Pahala Puasa, Seseorang Memasuki Surga dan Dua Kebahagiaan yang Diraih Orang yang Berpuasa.
Sebab Pahala Puasa, Seseorang Memasuki Surga
Lalu dalam riwayat lainnya dikatakan, “Allah ‘azza wa jalla berfirman (yang artinya), “Setiap amalan adalah sebagai kafarah/tebusan kecuali amalan puasa. Amalan puasa
Sebab Pahala Puasa, Seseorang Memasuki Surga
Lalu dalam riwayat lainnya dikatakan, “Allah ‘azza wa jalla berfirman (yang artinya), “Setiap amalan adalah sebagai kafarah/tebusan kecuali amalan puasa. Amalan puasa
Amalan Puasa Khusus untuk Allah
Panduan Ramadhan | Bekal Meraih Ramadhan Yang Penuh Berkah | Ramadhan Tahun Ini | Amalan Puasa Khusus untuk Allah
Amalan Puasa Khusus untuk Allah
Dalam riwayat lain dikatakan bahwa Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Setiap amalan manusia adalah untuknya kecuali puasa. Amalan puasa adalah untuk-Ku”.
Riwayat ini menunjukkan bahwa setiap amalan manusia adalah untuknya. Sedangkan amalan
Amalan Puasa Khusus untuk Allah
Dalam riwayat lain dikatakan bahwa Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Setiap amalan manusia adalah untuknya kecuali puasa. Amalan puasa adalah untuk-Ku”.
Riwayat ini menunjukkan bahwa setiap amalan manusia adalah untuknya. Sedangkan amalan
Pahala yang Tak Terhingga di Balik Puasa
Panduan Ramadhan | Bekal Meraih Ramadhan Yang Penuh Berkah | Ramadhan Tahun Ini | Pahala yang Tak Terhingga di Balik Puasa
Pahala yang Tak Terhingga di Balik Puasa
Dari riwayat pertama, dikatakan bahwa setiap amalan akan dilipat gandakan sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kebaikan yang semisal. Lalu dikecualikan amalan puasa. Amalan puasa tidaklah dilipat gandakan seperti itu.
Amalan puasa
Pahala yang Tak Terhingga di Balik Puasa
Dari riwayat pertama, dikatakan bahwa setiap amalan akan dilipat gandakan sepuluh kebaikan hingga tujuh ratus kebaikan yang semisal. Lalu dikecualikan amalan puasa. Amalan puasa tidaklah dilipat gandakan seperti itu.
Amalan puasa
Ganjaran bagi yang Berpuasa
Panduan Ramadhan | Bekal Meraih Ramadhan Yang Penuh Berkah | Ramadhan Tahun Ini | Ganjaran bagi yang Berpuasa
Ganjaran bagi yang Berpuasa
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipat gandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “
Ganjaran bagi yang Berpuasa
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipat gandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “
Keutamaan Puasa Bulan Ramadhan
Panduan Ramadhan | Bekal Meraih Ramadhan Yang Penuh Berkah | Ramadhan Tahun Ini | Keutamaan Puasa Bulan Ramadhan diantaranya adalah Puasa adalah jalan meraih takwa, Puasa adalah penghalang dari siksa neraka, Amalan puasa akan memberikan syafa’at di hari kiamat kelak, Orang yang berpuasa akan mendapatkan pengampunan dosa, Puasa menjadi pengekang syahwat, Pintu surga Ar Rayyan bagi orang yang
Keutamaan Bulan Ramadhan | RAMADHAN TAHUN INI
Panduan Ramadhan | Bekal Meraih Ramadhan Yang Penuh Berkah | Ramadhan Tahun Ini | Keutamaan Bulan Ramadhan
Keutamaan
Bulan Ramadhan
1. Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al Qur’an
Allah Ta’ala berfirman,
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai
Keutamaan
Bulan Ramadhan
1. Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al Qur’an
Allah Ta’ala berfirman,
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai
Rabu, 26 Februari 2020
Prinsip dalam Beragama | RAMADHAN TAHUN INI
Panduan Ramadhan | Bekal Meraih Ramadhan Yang Penuh Berkah
Prinsip dalam Beragama
Dalam beragama kita diperintahkan mengikuti dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah. Kita dilarang hanya sekedar taklik atau fanatik buta, tanpa menjadikan dalil sebagai panutan. Allah Ta’ala berfirman,
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan
Prinsip dalam Beragama
Dalam beragama kita diperintahkan mengikuti dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah. Kita dilarang hanya sekedar taklik atau fanatik buta, tanpa menjadikan dalil sebagai panutan. Allah Ta’ala berfirman,
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan
Langganan:
Postingan (Atom)