Tampilkan postingan dengan label RAMADHAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RAMADHAN. Tampilkan semua postingan
Kamis, 19 Maret 2020
Keutamaan Lailatul Qadar | Lailatul Qadar 2020
Keutamaan Lailatul Qadar
1. Lailatul qadar adalah malam yang penuh keberkahan (bertambahnya kebaikan).
Allah Ta’ala berfirman,
“Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al Qur’an) pada suatu malam yang diberkahi. dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS. Ad Dukhan: 3-4).
Malam yang diberkahi dalam ayat di atas adalah malam
Senin, 16 Maret 2020
Corona Hilang Sebelum Ramadhan
RAMADHAN - Corona Hilang Sebelum Ramadhan? Itulah Kata atau Kalimat yang di Ucapkan para Netizen di Seluruh Indonesia, Baik Dalam Bentuk Komentar di Youtube atau pun Komentar di Facebook. Semoga Saja Corona Hilang Sebelum Ramadhan Tiba.
Sebuah pengumuman dari Arab Saudi membuat saya jadi membayangkan akankah masjid-masjid kita nanti sepi dari jamaah. Tempat wudhu kering, ruang sholat kosong,
Sebuah pengumuman dari Arab Saudi membuat saya jadi membayangkan akankah masjid-masjid kita nanti sepi dari jamaah. Tempat wudhu kering, ruang sholat kosong,
Kamis, 12 Maret 2020
Shalat Witir Menjadi Penutup Shalat Malam
RAMADHAN - Shalat Witir Menjadi Penutup Shalat Malam.
Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اجْعَلُوا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا
“Jadikanlah akhir shalat kalian di malam hari adalah shalat witir.” (HR. Bukhari no. 998 dan Muslim no. 751)
Jumlah raka›at shalat witir minimalnya adalah 1 raka›at, maksimalnya adalah 11 rakaat. Jika berwitir
Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اجْعَلُوا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا
“Jadikanlah akhir shalat kalian di malam hari adalah shalat witir.” (HR. Bukhari no. 998 dan Muslim no. 751)
Jumlah raka›at shalat witir minimalnya adalah 1 raka›at, maksimalnya adalah 11 rakaat. Jika berwitir
Rabu, 11 Maret 2020
Shalat Tarawih bagi Wanita
RAMADHAN - Shalat tarawih di rumah lebih utama bagi wanita daripada di masjid. Hal ini berdasarkan hadits dari Ummu Humaid, istri Abu Humaid As Saa’idiy.
Ummu Humaid pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata bahwa dia sangat senang sekali bila dapat shalat bersama beliau. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
”Aku telah mengetahui bahwa engkau
Salam Setiap Dua Raka’at
RAMADHAN - Para pakar fiqih berpendapat bahwa shalat tarawih dilakukan dengan salam setiap dua raka’at. Karena shalat tarawih termasuk shalat malam. Sedangkan shalat malam dilakukan dengan dua raka’at salam dan dua raka’at salam.
Dasarnya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
صَلاَةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى
“Shalat malam adalah dua raka’at salam, dua raka’at salam.”
Shalat Tarawih 23 Raka’at dengan Ngebut !!!
RAMADHAN - Shalat tarawih 23 raka’at tidaklah bermasalah. Namun sayangnya yang terjadi di masyarakat kita, jika yang dipilih 23 raka’at kadang sangat cepat. Bahkan ada yang mengerjakan 23 raka’at lebih cepat selesai daripada yang mengerjakan 11 raka’at. Padahal jika dalam shalat tidak ada thuma’ninah (terlalu cepat), shalatnya tidak sah.
Thuma’ninah merupakan bagian dari rukun shalat.
Jumlah Raka’at Shalat Tarawih Tidak Dibatasi
RAMADHAN - Jumlah Raka’at Shalat Tarawih Tidak Dibatasi. Ibnu ‘Abdil Barr rahimahullah mengatakan, “Sesungguhnya shalat malam tidak memiliki batasan jumlah raka’at tertentu. Shalat malam adalah shalat nafilah (yang dianjurkan), termasuk amalan dan perbuatan baik. Siapa saja boleh mengerjakan dengan sedikit raka’at. Siapa yang mau juga boleh mengerjakan dengan jumlah raka’at yang banyak.”
Shalat Tarawih Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
RAMADHAN - Shalat Tarawih Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Dari Abu Salamah bin ‘Abdirrahman, dia mengabarkan bahwa dia pernah bertanya pada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Bagaimana shalat malam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di bulan Ramadhan?”. ‘Aisyah mengatakan,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menambah jumlah raka’at dalam shalat malam di bulan
Dari Abu Salamah bin ‘Abdirrahman, dia mengabarkan bahwa dia pernah bertanya pada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Bagaimana shalat malam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di bulan Ramadhan?”. ‘Aisyah mengatakan,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menambah jumlah raka’at dalam shalat malam di bulan
Keutamaan Shalat Tarawih
RAMADHAN - Keutamaan Shalat Tarawih
1. Akan mendapatkan ampunan dosa yang telah lalu.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”
Yang dimaksud qiyam Ramadhan
1. Akan mendapatkan ampunan dosa yang telah lalu.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.”
Yang dimaksud qiyam Ramadhan
Seputar Shalat Tarawih | Ramadhan 2020
RAMADHAN - Shalat ini dinamakan tarawih yang artinya istirahat karena orang yang melakukan shalat tarawih beristirahat setelah melaksanakan shalat empat raka’at. Shalat tarawih termasuk qiyamul lail atau shalat malam. Akan tetapi shalat tarawih ini dikhususkan di bulan Ramadhan. Jadi, shalat tarawih adalah shalat malam yang dilakukan di bulan Ramadhan.
Para ulama sepakat bahwa hukum shalat
Para ulama sepakat bahwa hukum shalat
Selasa, 10 Maret 2020
Qadha’ Puasa dan Fidyah Bulan Ramadhan
RAMADHAN - Siapa yang terkena Qadha' Puasa, Apakah Qadha’ Ramadhan Boleh Ditunda, Bagaimana Mengakhirkan Qadha’ Ramadhan Hingga Ramadhan Berikutnya, Tidak Wajib untuk Berurutan Ketika Mengqadha’ Puasa, Barangsiapa Meninggal Dunia, Namun Masih Memiliki Utang Puasa, Bagaimana Pembayaran Fidyah dan Bagaimana Cara Penunaian Fidyah. Qadha’ Puasa dan Fidyah Bulan Ramadhan.
Siapakah yang Terkena
Siapakah yang Terkena
Jangan Biarkan Puasamu Sia-Sia
RAMADHAN - Puasa bukanlah menahan lapar dan dahaga saja. Namun puasa hendaknya menahan diri dari hal-hal yang diharamkan dan sia-sia. Jika tidak demikian, puasa seseorang jadi tidak ada nilainya. Yang didapati bisa jadi hanya lapar dan dahaga saja. Jangan Biarkan Puasamu Sia-Sia.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ
“
Minggu, 01 Maret 2020
Sunnah-Sunnah Puasa
TIPS PUASA - Sunnah-sunnah dalam berpuasa di antaranya adalah Makan sahur dan mengakhirkannya, Menyegerakan berbuka puasa, Berdo’a ketika berbuka, Memberi makan pada orang yang berbuka, Lebih banyak berderma dan beribadah di bulan Ramadhan.
Sunnah-Sunnah Puasa
1. Makan sahur dan mengakhirkannya
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Makan
Sunnah-Sunnah Puasa
1. Makan sahur dan mengakhirkannya
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Makan
Yang Dibolehkan Ketika Puasa
TIPS PUASA - Ada beberapa Hal yang dibolehkan Ketika Puasa di antaranya adalah Mendapati waktu fajar dalam keadaan junub, Bersiwak ketika berpuasa, Berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung asal tidak berlebihan, Bercumbu dan mencium istri selama aman dari keluarnya mani, Bekam dan donor darah selama tidak membuat lemas, Mencicipi makanan selama tidak masuk dalam kerongkongan, Bekam dan
Beberapa Pembatal-Pembatal Puasa yang harus di Ketahui
RAMADHAN - Pembatal-Pembatal Puasa diantaranya adalah Makan dan minum dengan sengaja, Muntah dengan sengaja, Mendapati haidh dan nifas, Jima’ (bersetubuh) dengan sengaja, Keluar mani karena bercumbu. Untuk lebih jelas akan di jelaskan di bawah ini :
1. Makan dan minum dengan sengaja
Yang disebut makan dan minum sebagai pembatal puasa adalah yang sudah makruf disebut makan dan minum yang
1. Makan dan minum dengan sengaja
Yang disebut makan dan minum sebagai pembatal puasa adalah yang sudah makruf disebut makan dan minum yang
Ketahui Rukun Puasa Terlebih Dahulu
Rukun Puasa
Rukun atau fardhu puasa ada dua yaitu imsak (menahan diri) dari melakukan berbagai pembatal puasa dan berniat.
Tentang kewajiban imsak disebutkan dalam firman Allah Ta’ala,
“Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.” (QS. Al Baqarah: 187).
Yang dimaksud dari ayat adalah terangnya
Rukun atau fardhu puasa ada dua yaitu imsak (menahan diri) dari melakukan berbagai pembatal puasa dan berniat.
Tentang kewajiban imsak disebutkan dalam firman Allah Ta’ala,
“Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.” (QS. Al Baqarah: 187).
Yang dimaksud dari ayat adalah terangnya
Yang Mendapatkan Keringanan Tidak Berpuasa
RAMADHAN - Yang Mendapatkan Keringanan Tidak Berpuasa
1. Orang yang sakit
Allah Ta’ala berfirman,
“Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.” (QS. Al Baqarah: 185)
Orang sakit yang boleh tidak puasa adalah jika mendapatkan mudarat dengan puasanya.
2. Orang yang bersafar
1. Orang yang sakit
Allah Ta’ala berfirman,
“Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.” (QS. Al Baqarah: 185)
Orang sakit yang boleh tidak puasa adalah jika mendapatkan mudarat dengan puasanya.
2. Orang yang bersafar
Sabtu, 29 Februari 2020
Ketahui Apa Syarat Puasa
Syarat Puasa
Syarat Wajib Puasa
1. Sehat, tidak dalam keadaan sakit.
2. Menetap, tidak dalam keadaan bersafar.
Dalil kedua syarat ini adalah firman Allah Ta’ala,
“Dan barangsiapa yang dalam keadaan sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain” (QS. Al Baqarah: 185).
3. Suci dari haidh dan
Syarat Wajib Puasa
1. Sehat, tidak dalam keadaan sakit.
2. Menetap, tidak dalam keadaan bersafar.
Dalil kedua syarat ini adalah firman Allah Ta’ala,
“Dan barangsiapa yang dalam keadaan sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain” (QS. Al Baqarah: 185).
3. Suci dari haidh dan
Keputusan Berpuasa dan Berhari Raya di Tangan Pemerintah
Keputusan Berpuasa dan Berhari Raya di Tangan Pemerintah
Hal ini berdasarkan pemahaman dua hadits:
Pertama, hadits dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,
“Manusia sedang memperhatikan hilal. Lalu aku mengabarkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa aku telah melihat hilal. Kemudian beliau berpuasa dan memerintahkan kaum muslimin untuk berpuasa.”
Kedua, hadits dari
Hal ini berdasarkan pemahaman dua hadits:
Pertama, hadits dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,
“Manusia sedang memperhatikan hilal. Lalu aku mengabarkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa aku telah melihat hilal. Kemudian beliau berpuasa dan memerintahkan kaum muslimin untuk berpuasa.”
Kedua, hadits dari
Puasa dan Hari Raya Bersama Pemerintah
Puasa dan Hari Raya Bersama Pemerintah
Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan, “Hilal asalnya bermakna kata zuhur (artinya: nampak) dan rof’ush shout (meninggikan suara). [Artinya yang namanya hilal adalah sesuatu yang tersebar dan diketahui oleh orang banyak, -pen]. Jika hilal hanyalah nampak di langit saja dan tidak nampak
di muka bumi (artinya, diketahui orang banyak, -pen), maka semacam itu
Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan, “Hilal asalnya bermakna kata zuhur (artinya: nampak) dan rof’ush shout (meninggikan suara). [Artinya yang namanya hilal adalah sesuatu yang tersebar dan diketahui oleh orang banyak, -pen]. Jika hilal hanyalah nampak di langit saja dan tidak nampak
di muka bumi (artinya, diketahui orang banyak, -pen), maka semacam itu
Langganan:
Postingan (Atom)